Saat dia cium bibir merahmu
Di depan kedua mataku
Hatiku terbakar jadinya cantik
Aku cemburu....
Ingin kubunuh pacarmu
Saat dia peluk tubuh indahmu
Di depan teman-temanku
Makan hati jadinya cantik
Akuu, ... cemburu
Ahaa, ... pasti sahabat sudah familiar dengan salah satu lagu DEWA-19 di atas. Sebuah lagu yang cukup kontroversi karena berisi ancaman pembunuhan. Tapi bukan karena itu bila Ahmad Dani sang pentolan DEWA menerima ancaman bom buku beberapa waktu lalu. Itulah potongan lirik lagu yang berjudul CEMBURU. Bagi sahabat yang lupa lagunya atau ingin sekedar ingin bernostalgia inilah linknya : Cemburu Feat Dewa.
Apa dan bagaimana cemburu itu? Yuk kita telaah bersama..
TERBAKAR cemburu? Jangan menyangkal kalau Anda pernah mengalaminya. Perasaan cemburu datang saat Anda melihat pasangan melirik seseorang yang Anda nilai lebih menarik.
Atau bisa juga Anda cemburu saat pasangan (seperti diakuinya) hanya berbagi senyum dengan lawan jenis. Itulah cemburu, di mana tiap orang punya definisi berbeda soal perasaan satu ini.
Nyatanya, tak seorang pun ingin merasa iri (atau berada di sekitar orang yang cemburu), tapi emosi yang dirasa kerap melebihi akal dan logika hingga air mata dan rasa kesal tak tertahankan. Kecemburuan dalam hubungan adalah hal lumrah. Namun, efeknya dapat merusak, baik untuk Anda maupun orang-orang di sekitar Anda.
Baru-baru ini, seperti dilansir Third Age,
fakta tersebut diungkap dalam sebuah penelitian yang diterbitkan Jurnal Emotion. Para psikolog dari University Of Delaware meminta 25 pasangan untuk masing-masing duduk berdampingan di depan komputer yang terpisah. Pada layar komputer, partisipan pria ditunjukkan beberapa gambar lalu diminta memberikan nilai terhadap keindahan yang mereka lihat. Ketika pemberian nilai dilakukan, pada layar komputer partisipan wanita diperlihatkan gambar pemandangan. Jika menyukai pemandangan yang disajikan, mereka diminta memberi tanda.
Setelah itu, para peneliti mengatakan kepada partisipan wanita bahwa pasangannya (partisipan pria) bukan sedang melihat pemandangan tetapi gambar wanita lain, dan diminta menilai ketertarikan mereka. Kemudian, partisipan wanita diminta melanjutkan aktivitas melihat pemandangan di layar komputernya sambil memberikan penilaian.
Inilah yang akhirnya menghebohkan partisipan wanita. Mereka yang mengatakan merasa sangat terganggu dengan apa yang kira-kira ada dalam pikiran pasangannya saat melihat gambar wanita cantik (alias cemburu), mulai malas melihat pemandangan. Sayang, para peneliti tidak melakukan studi serupa pada pria. Apakah hasilnya sama?
Di depan kedua mataku
Hatiku terbakar jadinya cantik
Aku cemburu....
Ingin kubunuh pacarmu
Saat dia peluk tubuh indahmu
Di depan teman-temanku
Makan hati jadinya cantik
Akuu, ... cemburu
Ahaa, ... pasti sahabat sudah familiar dengan salah satu lagu DEWA-19 di atas. Sebuah lagu yang cukup kontroversi karena berisi ancaman pembunuhan. Tapi bukan karena itu bila Ahmad Dani sang pentolan DEWA menerima ancaman bom buku beberapa waktu lalu. Itulah potongan lirik lagu yang berjudul CEMBURU. Bagi sahabat yang lupa lagunya atau ingin sekedar ingin bernostalgia inilah linknya : Cemburu Feat Dewa.
Apa dan bagaimana cemburu itu? Yuk kita telaah bersama..
TERBAKAR cemburu? Jangan menyangkal kalau Anda pernah mengalaminya. Perasaan cemburu datang saat Anda melihat pasangan melirik seseorang yang Anda nilai lebih menarik.
Atau bisa juga Anda cemburu saat pasangan (seperti diakuinya) hanya berbagi senyum dengan lawan jenis. Itulah cemburu, di mana tiap orang punya definisi berbeda soal perasaan satu ini.
Nyatanya, tak seorang pun ingin merasa iri (atau berada di sekitar orang yang cemburu), tapi emosi yang dirasa kerap melebihi akal dan logika hingga air mata dan rasa kesal tak tertahankan. Kecemburuan dalam hubungan adalah hal lumrah. Namun, efeknya dapat merusak, baik untuk Anda maupun orang-orang di sekitar Anda.
Baru-baru ini, seperti dilansir Third Age,
fakta tersebut diungkap dalam sebuah penelitian yang diterbitkan Jurnal Emotion. Para psikolog dari University Of Delaware meminta 25 pasangan untuk masing-masing duduk berdampingan di depan komputer yang terpisah. Pada layar komputer, partisipan pria ditunjukkan beberapa gambar lalu diminta memberikan nilai terhadap keindahan yang mereka lihat. Ketika pemberian nilai dilakukan, pada layar komputer partisipan wanita diperlihatkan gambar pemandangan. Jika menyukai pemandangan yang disajikan, mereka diminta memberi tanda.
Setelah itu, para peneliti mengatakan kepada partisipan wanita bahwa pasangannya (partisipan pria) bukan sedang melihat pemandangan tetapi gambar wanita lain, dan diminta menilai ketertarikan mereka. Kemudian, partisipan wanita diminta melanjutkan aktivitas melihat pemandangan di layar komputernya sambil memberikan penilaian.
Inilah yang akhirnya menghebohkan partisipan wanita. Mereka yang mengatakan merasa sangat terganggu dengan apa yang kira-kira ada dalam pikiran pasangannya saat melihat gambar wanita cantik (alias cemburu), mulai malas melihat pemandangan. Sayang, para peneliti tidak melakukan studi serupa pada pria. Apakah hasilnya sama?
Para peneliti mengatakan, mereka menderita apa yang disebut "Emosi menyebabkab kebutaab". Dengan kata lain, cemburu benar-benar membuat wanita buta.
Dewasa ini, pemerintah Jerman sudah memasukkan cemburu ke dalam golongan Penyakit Psikologis. Orang yang menderita cemburu dapat berobat dengan gratis, disamakan status dan haknya dengan pasien penyakit lepra. Dapat terlihat, dampak cemburu pada masyarakat di negara maju telah menimbulkan perhatian yang tinggi. Seperti dijelaskan penyair John Dryden dalam Song Of Jealousy, cemburu adalah "Tiran dari pikiran yang membutakan dan dirasakan pria maupun wanita"
Seorang pengarang Perancis berkata : "Penderitaan seorang yang cemburu jauh lebih parah dari segala derita yang bisa dialami oleh orang, ketidakberuntungannya dan kebahagiaan orang lain mengakibatkan si pencemburu menderita luar biasa".
Cemburu adalah seperti seekor ular berbisa yang mendekam dalam lubuk hatinya, dengan kejam terus menyemprotkan racun.
Nah lhoo, ... masih mau cemburu?
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar